arduma.id (Pekerjaan Quality Control) – Di setiap perusahaan dalam bidang apapun tentu terdapat bagian quality control yang memiliki tujuan untuk mengecek produk yang berkualitas sebelum mulai untuk dipasarkan. Oleh karena itu banyak sekali perusahaan yang membutuhkan staff quality control. Pasalnya, divisi ini memiliki peran penting untuk melihat dan mengecek kembali kualitas produk dari perusahaan agar pelanggan merasa puas dengan produk yang dihasilkan. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai quality control, berikut ini penjelasan dan tugasnya.
Quality control merupakan salah satu bagian yang berasal dari manajemen produksi yang memiliki peran serta aturan hukum tertentu dalam pengontrolan pada proses pengemasan hingga mengeluarkan produk-produk hasil produksi untuk dapat dipasarkan dengan memberikan kualitas terbaik dari produk yang dihasilkan. Dengan begitu, pekerjaan quality control memerlukan ketelitian yang tinggi dalam menilai sebuah produk serta mengutamakan kepuasan pelanggan akan kualitas yang dihasilkan oleh perusahaan. Bidang ini biasa disebut dengan pengendalian mutu/kualitas yang banyak diperlukan oleh perusahaan sebagai sistem kualitas dalam proses produksi.
Dengan melakukan quality control, maka perusahaan berusaha untuk memberikan kualitas dan kuantitas terbaik untuk pelanggan yang menggunakan produk tersebut. Hal ini menyangkut mulai dari barang yang diproduksi hingga proses pengemasan yang dipastikan berkualitas sebelum diterima oleh pelanggan. Sebab, indikator kepuasan pelanggan menjadi hal utama yang juga harus diperhatikan oleh perusahaan setelah kualitas barang. Maka dari itu, peran QC dalam perusahaan sangat penting untuk mengontrol barang yang akan dikeluarkan di pasaran.
Fungsi quality control bagi perusahaan yakni sebagai pengawas supaya setiap kegiatan produksi dan hasilnya memenuhi syarat distribusi yang befungsi dengan baik dan tidak membahayakan penggunanya. Dalam hal ini, seorang pekerja QC juga berperan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan produk maupun layanan terbaik. Selain itu juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan penghematan terhadap sumber daya serta memberikan dan meningkatkan efisiensi perusahaan.
Tujuan dari adanya quality control sendiri adalah mengontrol aktivitas pekerjaan agar memberikan hasil yang sesuai dengan standar pasar serta tepat waktu. Selain itu juga memberikan produk yang ramah terhadap lingkungan sehingga mampu menjamin keselamatan kerja dan memberikan keselamatan pada pengguna atau pelanggannya. Ketika menjalankan tugasnya dan memehuni tanggung jawabnya terhadap kualitas produk, QC menjalin kerja sama dengan QA (Quality Assurance) yang masih berada dalam satu departemen atau bidang yang sama. Syarat untuk menjadi bagian dari quality control pada setiap perusahaan juga berbeda-beda menyesuaikan dengan jenis industri perusahaan. Misalnya, perusahaan yang bergerak pada sektor makanan, maka membutuhkan seorang QC yang ahli dalam bidang pangan.
Gaji seorang quality control sendiri juga cukup tinggi di perusahaan karena sesuai dengan tanggung jawab yang diembannya untuk kualitas produk perusahaan. Rata-rata gaji yang diterima pada bagian QC adalah 4 juta hingga 10 juta yang mana berbeda pada setiap daerah masing-masing perusahaan. Perbedaan tersebut menyesuaikan dengan UMR pada masing-masing daerah.
Dalam menjalankan tanggung jawabnya, seorang QC memiliki tugas utama yang terbagi menjadi tiga yaitu quality control incoming, quality control processing dan quality control finishing. Berikut ini penjelasan tugas-tugasnya secara lebih lengkap:
Tugas pertama bagi seorang QC adalah quality control incoming yang mana tugasnya adalah untuk mengawasi bahan baku produksi hingga melakukan pengecekan terhadap bahan baku yang akan datang. Serta memastikan bahwa bahan baku yang akan digunakan oleh perusahaan dalam kondisi yang sempurna tanpa memiliki kekurangan. Tugas ini akan melakukan metode random sampling yang dilakukan pada setiap bahan baku yang datang. Jika bahan baku yang datang sudah dapat dipastikan dalam kondisi yang sempurna, maka bisa mulai untuk masuk pada proses produksi.
Tugas kedua dari seorang QC adalah melakukan quality control processing, yang mana dalam tugas ini seorang QC melakukan pengecekan ketika perakitan produk hingga sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan begitu, ketika barang yang dihasilkan tidak sesuai dengan standarisasi perusahaan maka proses produksi tidak akan dilanjutkan ke dalam tahap berikutnya. Hal tersebut karena dikhawatirkan adanya kecacatan pada barang produksi yang kemudian dapat membahayakan atau tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Tugas ketiga dan terakhir yang dilakukan oleh QC adalah quality control finishing, pada tahao terakhir ini QC melakukan pengecekan produk yang sudah selesai produksi dan akan mulai untuk didistribusikan ke pasar. Bagian ini harus memastikan bahwa produk yang akan didistribusikan kepada konsumen telah memiliki kualitas yang sempurna dan lolos pada proses quality control serta memenuhi standarisasi kualitas oleh perusahaan. Pasalnya, hal ini menyangkut pada indikator kepuasan pelanggan yang mana harus memberikan kualitas terbaik yang diberikan kepada pelanggan.
Skill yang harus dimiliki oleh seorang pekerja quality control adalah skill komunikasi yang mana ketika menjalankan tugasnya, seorang QC memiliki tanggung jawab yang tinggi dan dihadapkan langsung oleh karyawan produksi serta atasan perusahaan. Maka dari itu akan sering melakukan komunikasi dengan banyak karyawan atau rekan kerja lainnya. Selain memiliki skill komunikasi secara langsung, seorang pekerja quality control juga diharapkan untuk menguasai skill komunikasi secara tertulis karena akan digunakan untuk membuat laporan tertulis yang akan disampaikan kepada pemimpin ataupun karyawan lainnya. Oleh karena itu, skill komunikasi penting untuk dikuasai ketika kamu ingin bekerja pada bidang ini.
Skill dokumentasi juga penting untuk dikuasai oleh pekerja quality control. Pasalnya, seorang QC memiliki tanggung jawab untuk melakukan banyak sekali inspeksi saat melakukan proses produksi serta sering melakukan testing produk agar dapat memastikan bahwa sebuah data yang dilaporkan memiliki data yang akurat yang mana tentu membutuhkan dokumentasi sebagai penunjang data tersebut. Oleh karena itu, penting untuk menguasai skill dokumentasi sebagai salah satu alat memberikan data yang akurat dan memastikan bahwa proses quality control berjalan dengan sempurna.
Skill berikutnya yang perlu dikuasai oleh seorang pekerja quality control adalah kemampuan dalam mengoperasikan komputer. Hal ini karena berkaitan dengan segala informasi yang akan diberikan secara digital. Selain itu, dalam melakukan pekerjaannya, QC juga lebih banyak menggunakan teknologi komputer atau alat-alat untuk mempermudah pekerjaannya. Namun, saat ini segala jenis pekerjaan membutuhkan kemampuan dalam mengoperasikan komputer karena mengingat segala proses pekerjaan lebih mudah dengan kehadiran dunia digital.
Itulah penjelasan mengenai pekerjaan quality control yang membutuhkan ketelitian dalam melakukan pekerjaannya. Setelah mengetahui pengertian, tugas dan skill yang harus dimiliki oleh seorang quality control serta gaji yang ditawarkan cukup tinggi, apakah kamu masih tertarik untuk bekerja di bidang ini? Jika kamu cukup tertarik untuk bekerja pada bidang quality control, kamu bisa mulai meningkatkan skill dan mempersiapkan tanggung jawab pekerjaan dengan mengikuti pelatihan bersama PT Arduma. Hubungi PT Arduma melalui contact di bawah ini.