fbpx

Tips Menjawab Wawancara Kerja & Pertanyaan Sering Diajukan

arduma.id (Tips Menjawab Wawancara Kerja) – Wawancara kerja merupakan salah satu rangkaian yang dilakukan sebelum mendapatkan pekerjaan dan merupakan tahapan penting untuk memustuskan apakah kandidat tersebut mampu untuk meningkatkan efektivitas dan mencapai tujuan perusahaan. Proses wawancara kerja ini termasuk cara untuk mempromosikan diri kepada perekrut atau HRD sebuah perusahaan bahwa kamu merupakan seseorang yang kompeten di bidangnya dan lebih unggul dibanding kandidat yang lain.

Tips Menjawab Wawancara Kerja

Akan tetapi, banyak sekali kandidat yang mengalami kegagalan pada proses wawancara kerja yang pertama. Hal ini dikarenakan kurangnya persiapan yang dilakukan oleh calon kandidat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara. Maka dari itu, penting untuk mempersiapkan diri dengan cara mempelajari pertanyaan wawancara beserta tips untuk menjawabnya. Ini juga berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan wawancara kerja sehingga dapat meyakinkan perekrut bahwa kamu merupakan kandidat yang tepat yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan.

Setiap perusahaan memang memiliki cara yang berbeda dalam melakukan wawancara kerja, namun pertanyaan wawancara setiap perusahaan tidak jauh berbeda dari perusahaan satu dengan yang lainnya. Ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan dan menjadi pertanyaan wajib bagi perekrut untuk mengetahui seberapa kompeten calon kandidat untuk membantu mencapai tujuan perusahaan. Berikut ini contoh pertanyaan dan tips menjawab wawancara kerja. Simak ya.

Tips Menjawab Wawancara Kerja

1. Lakukan Riset

Pastikan sebelum melakukan wawancara kerja, kamu sudah riset mengenai perusahaan dan juga posisi yang sedang dilamar. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mengetahui latar belakang perusahaan dan juga mempromosikan diri kamu sesuai dengan posisi yang dilamar. Pasalnya, jika kamu memberikan jawaban yang tidak relevan dengan posisi yang sedang dilamar, maka akan menurunkan keyakinan perekrut untuk menerima kamu pada posisi perusahaan yang dibutuhkan. Ini akan berpengaruh pada penilaian perekrut bahwa kamu kurang kompeten pada posisi tersebut. Oleh karena itu, lebih baik untuk melakukan riset terhadap perusahaan dan posisi yang dilamar agar tidak memberikan jawaban yang kurang tepat.

2. Mendengarkan Pertanyaan dengan Baik

Mendengarkan pertanyaan dengan seksama dan baik. Dalam hal ini, pastikan untuk memahami pertanyaan yang sedang diajukan. Jangan terburu-buru untuk menjawabnya dan hindari memberikan kesimpulan yang salah. Dengarkan perekrut dengan seksama terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban yang tepat. Jika kamu terburu-buru dalam memberikan jawaban, maka apa yang kamu sampaikan tidak akan maksimal dan menjadi penilaian yang buruk. Akan lebih baik jika kamu menjawab pertanyaan dengan tenang, tegas, jelas dan singkat yang dapat dengan mudah diterima oleh perekrut.

3. Memberikan Contoh Konkret

Menjelaskan sesuatu tentang diri kamu jangan hanya sekadar menjelaskan saja, namun berikan contoh atau gambaran yang konkret. Misalnya, ketika kamu memiliki keahlian dalam bidang public speaking, kamu bisa menjelaskan bahwa kamu sering menjadi MC dalam sebuah acara pernikahan atau event-event yang lain. Hal ini akan memperkuat keahlian kamu pada bidang tersebut. Karena perekrut akan lebih senang mendapatkan penjelasan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah pernah kamu jalani. Dalam melakukan wawancara kerja, tidak ada salahnya jika mengunggulkan diri sendiri karena hal ini akan dinilai oleh perusahaan bahwa kamu memang benar-benar seseorang yang kompeten. Tetapi, perlu diingat bahwa apa yang diunggulkan harus sesuai dengan diri kamu dan relevan dengan posisi yang sedang dilamar.

4. Fokus pada Kelebihan dan Jangan Ragu Mengakui Kelemahan

Wawancara kerja yang merupakan sebuah ruang untuk mempromosikan diri sendiri kepada perekrut, maka jangan ragu untuk menjelaskan kelebihan yang ada dalam diri kamu. Kelebihan yang kamu miliki, pastikan juga relevan dengan posisi yang sedang kamu lamar sehingga mampu meyakinkan perekrut bahwa kamu benar-benar kompeten dalam bidang yang sedang kamu lamar. Akan tetapi, penting juga untuk menghindari sifat yang arogan dan terlalu memuji diri sendiri secara berlebihan. Selain itu, juga jangan ragu untuk mengakui kelemahan yang ada dalam diri kamu. Yang mana tidak memberikan dampak negatif pada pekerjaan yang sedang dilamar. Serta, tutupi kekurangan yang kamu miliki dengan kelebihan kamu. Atau bisa juga kamu menjelaskan bahwa sedang memperbaiki kelemahan yang kamu miliki.

5. Menjawab dengan Jujur

Menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan kebohongan akan berdampak jangka panjang. Pasalnya, jika kamu lebih banyak memberikan jawaban yang bohong, kamu akan kesulitan dalam menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab di tempat kerja. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada hasil pekerjaan yang kamu kerjakan dan memungkinkan perusahaan akan mengganti kamu dengan kandidat lain yang lebih kompeten. Maka dari itu, usahakan untuk memberikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan apa yang ada dalam diri kamu. Ini juga akan membantu kamu untuk tidak malu bertanya ketika mendapatkan pekerjaan yang belum dimengerti. Karena sebagai pekerja, kamu juga akan terus belajar mengenai hal-hal yang sebelumnya belum pernah kamu lakukan.

6. Menjelaskan dengan Bahasa Tubuh

Menjelaskan dengan bahasa tubuh dapat menunjukkan bahwa kamu sedang menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi dan antusiasme terhadap perusahaan yang sedang dilamar. Bahasa tubuh yang paling utama adalah jangan pernah ragu untuk menatap perekrut ketika sedang menjawab pertanyaan. Ini merupakan hal kecil yang berdampak besar, karena dari bahasa tubuh juga perekrut dapat memberikan penilaian terhadap diri kamu. Jika kamu lebih banyak menunduk dan juga merasa gugup saat wawancara kerja, maka akan dinilai kurang percaya diri dan dapat diragukan oleh perekrut. Akan tetapi, perlu diingat bahwa bahasa tubuh yang diberikan juga harus tetap sopan dan juga memberikan senyuman yang ramah. Hal ini juga akan menunjukkan bahwa kamu sedang memberikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan diri kamu.

7. Jangan Bertele-tele

Memberikan jawaban yang singkat dan jelas akan lebih baik dan lebih mudah dipahami oleh perekrut. Jawaban yang bertele-tele akan menjebak kamu untuk menjelaskan secara lebih detail dan nantinya akan kurang fokus untuk menjawab pertanyaan selanjutnya. Terlalu bertele-tele dalam menjawab satu pertanyaan juga kurang efektif dan mengurangi rasa penasaran perekrut terhadap diri kamu. Hal ini juga akan menjadi salah satu penilaian perekrut terhadap diri kamu.

Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sering Diajukan

Itulah tips menjawab pertanyaan wawancara kerja dan beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh perekrut. Hal penting yang perlu kamu ingat sebelum melakukan wawancara kerja adalah terus berlatih dan persiapkan jawaban-jawaban yang sesuai dengan posisi yang dilamar. Lebih banyak berlatih dan juga mempersiapkan jawaban akan memudahkan kamu dan meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi wawancara kerja. Semangat para jobseeker!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Chat Admin