Arduma.id (in-house training) – Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga mengenai in-house training. Lalu apa yang dimaksud dengan in-house training? In-house training merupakan salah satu treatment perusahaan yang diberikan kepada karyawannya sebagai bentuk meningkatkan kemampuan para karyawan demi mencapai tujuan perusahaan. Pelatihan ini melibatkan penggunaan sumber daya perusahaan itu sendiri. Dengan begitu, kegiatan in-house training melibatkan internal dari perusahaan.
Berikut penjelasan in-house training, kelebihan, kekurangan dan manfaatnya bagi karir maupun perusahaan.
Secara harfiah, “in house” mengacu pada kegiatan internal yang dilakukan di dalam perusahaan dan oleh staf atau karyawan perusahaan tersebut. Sedangkan “training” mengacu pada pelatihan atau proses pengajaran yang diberikan kepada staf dan karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas mereka. Secara umum, in house training berarti pelatihan yang menggunakan sumber daya perusahaan sebagai bahan pengajaran. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan secara keseluruhan.
Dengan begitu, pelatihan internal perusahaan ini digunakan untuk meningkatkan skill dalam bekerja dan berorganisasi. Kegiatan ini biasaya diikuti oleh 10-30 karyawang tetapi bisa berubah bergantung pada kebutuhan dan kapasitas perusahaan. Pelatihan ini biasa dilakukan di sebuah aula dengan dibimbing oleh traineer professional yang sudah mahir di bidangnya.
Demi kelancaran kegiatan in-house training yang diadakan oleh perusahaan. Tentu saja terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan agar kegiatannya berjalan dengan lancar seperti kapasitas tempat, jumlah peserta, jumlah traineer, hasil pelatihan yang diharapkan dan hasil lain yang diharapkan oleh perusahaan. Berikut ini langkah-langkah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan sebelum melakukan in-house training.
Sebelum melakukan in-house training, tentunya perusahaan harus mempertimbangkan terlebih dahulu kebutuhan apa yang sedang diingkan oleh perusahaan. Kemudian masalah-masalah apa yang ingin diselesaikan oleh perusahaan setelah melakukan pelatihan tersebut, sehingga perusahaan mengetahui apa yang sedang dibutuhkan dan harus diatasi oleh perusahaan.
Setelah mengetahui kebutuhan yang dibutuhkan, perusahaan bisa mulai menentukan desain pelatihan. Langkah kedua yang dilakukan oleh perusahaan untuk membantu kelancaran kegiatan adalah dengan memutuskan apa saja yang dapat membantu kelancaran kegiatan. Misalnya, materi yang diperlukan selama kegiatan, mempertimbangkan sumber daya dan peralatan yang mendukung kelancaran kegiatan.
Materi pelatihan memiliki berbagai macam bentuknya seperti seminar, presentasi, ujian, lokakarya, penilaian regular dan lain sebagainya. Materi-materi yang akan disampaikan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk menentukan materi yang sesuai bisa diselaraskan dengan visi perusahaan atau konsultasi bersama traineer untuk merancang program pelatihan.
Sebelum kegiatan benar-benar dilakukan, perusahaan disarankan untuk crosscheck ulang dan memvalidasi program yang akan dilaksanakan. Kegiatan akan berjalan lancar jika persiapan telah matang, sehingga diperlukan untuk perusahaan mengevaluasi kelebihan dan kelemahan kegiatan yang akan dilaksanakan serta melakukan perubahan ketika diperlukan.
Memilih traineer terbaik merupakan kunci kegiatan ini akan berjalan lancar dan mencapai goals yang diharapkan. Menyelaraskan visi bersama traineer sangat diperlukan agar tidak ada kesalahpahaman antara perusahaan dan traineer yang telah memimpin jalannya kegiatan. Menyampaikan dengan jelas tujuan perusahaan kepada traineer tentang tujuan kegiatan, sumber daya dan perlatan selama kegiatan adalah salah satu langkah yang harus diperhatikan oleh perusahaan.
In-house training telah memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Pelatihan ini bisa menyesuaikan budgeting perusahaan dan situasinya. Namun dibalik kemudahan tersebut, tentu saja pelatihan ini memiliki kekurangan pula. Berikut kelebihan dan kekurangan dari in-house training.
No | Kelebihan | Kekurangan |
1. | Efektivitas biaya: Pelatihan internal in-house training seperti ini dapat menghemat biaya dalam jangka waktu yang panjang. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya berlebih untuk mengirimkan karyawannya ke suatu tempat untuk menghadiri konferensi pelatihan. Serta dapat menjaga efektivitas karyawan untuk kembali bekerja dan produktif kembali setelah mengikuti kegiatan pelatihan | Kurangnya relasi perusahaan: Pelatihan internal yang dilakukan di dalam kantor akan menyebabkan kurangnya relasi kepada perusahaan lain. Ketika perusahaan melakukan pelatihan di luar kantor maka akan menambah relasi dan meningkatkan penjualan perusahaan. Karyawan yang bisa membuat relasi yang berkualitas dengan perusahaan lain akan memberikan dampak yang dampak yang besar terhadap penjualan perusahaan. |
2. | Menyesuaikan dengan perusahaan: Dengan mengikuti in-house training dapat menyesuaikan dengan perusahaan, yang mana perusahaan bisa memilih dan menyetir jalannya pelatihan sehingga akan lebih sesuai dengan visi dan tujuan perusahaan. | Beban administrasi: Meskipun pelatihan ini memiliki keuntungan dalam efektivitas biaya, akan tetapi kekurangannya adalah menjadi beban adminitrasi. Administrasi harus membuat rencana secara detail dan akan membutuhkan banyak waktu dan sumber daya. Oleh karena itu pelatihan internal ini dapat meningkatkan beban administrasi bagi perusahaan. |
3. | Meningkatkan kenyamanan: Hal ini karena pelatihan yang diadakan di aula kantor, sehingga akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada karyawan. Sebab karyawan tidak perlu keluar kantor dan mengambil cuti mereka maupun menggunakan waktu akhir peka untuk pelatihan. Selain itu, pelatihan ini termasuk ke dalam jam kerja regular karyawan sehingga tidak memakan waktu istirahat mereka di luar jam kerja. | Materi tidak diperbarui: Hal ini dapat terjadi jika perusahaan tidak up-to-date terhadap materi yang disampaikan ketika pelatihan. Dengan begitu, maka karyawan akan tetap stuck dengan materi tersebut dan tidak ada peningkatan untuk karirnya. Hal ini dapat menahan karyawan dalam karir mereka dan membuat karyawan tidak bisa melakukan yang terbaik dari kemampuan karyawan. |
4. | Membangun tim yang solid: Dampak lain dari diadakannya pelatihan ini akan lebih meningkatkan kerjasama tim. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan rekan kerja dan mengembangkan hubungan yang lebih solid antara satu sama lain. Dengan begitu akan lebih meningkatkan kenyamanan karyawan ketika bekerja. | Kurangnya employee management: Ketika berbicara tentang melanjutkan program pendidikan di lingkungan kerja, terdapat tantangan bagi para karyawan dalam menjaga minat mereka. Sebagai contoh, mereka mungkin lebih terfokus pada tugas-tugas yang ada di meja kerja mereka daripada pada pelatihan yang tengah berlangsung di depan mereka. Dampak dari hal ini bisa berupa penurunan keterlibatan dan hasil positif dari pelatihan yang seharusnya bermanfaat. Kondisi ini bisa membuat karyawan merasa bahwa mereka tidak mengalami pertumbuhan atau perkembangan dalam pekerjaan mereka. Bila persoalan ini tidak teratasi, kemungkinan besar mereka akan mulai mencari peluang di tempat lain. |
Selain kelebihan dan kekurangan, in-house training juga memiliki manfaat bagi karir dan perusahaan. Berikut manfaat bagi karir dan perusahaan ketika mengikuti in-house training.
Dalam keseluruhan, in-house training memiliki manfaat yang signifikan baik bagi karir individu maupun kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Ini adalah investasi dalam pengembangan karyawan yang dapat menghasilkan hasil jangka panjang yang positif.
Hubungi di bawah ini untuk informasi mengenai in-house training secara lebih lanjut.