apa itu portofolio

Apa itu Portofolio? Panduan Lengkap Agar Dilirik HRD

Berbagai bidang kini tak lepas dari suatu kualifikasi yang sangat ketat dalam proses rekrutmen. Bukan sekedar melampirkan CV dan seleksi wawancara namun portofolio juga menjadi salah satu penunjang dalam proses diterimanya di dunia kerja. Ini menjadi suatu challenge tentunya, dapat membuat portofolio yang kredibel dan berbobot di era sekarang. Namun kita harus tau apa itu portofolio? Dan cara membuatnya. Berikut penjelasannya :

Pengertian Portofolio

Sebagian orang yang masih awam dengan portofolio akan bertanya – tanya, Apa itu portofolio? Kata portofolio tersusun dari dua unsur: “Folio” yang berarti kumpulan atau lembaran, dan “Port” yang diambil dari kata “Report” yang berarti laporan. Sehingga jika diartikan, maka portofolio merupakan laporan atau dokumen yang memaparkan tentang data diri, pengalaman, proses yang sudah dicapai secara spesifik dan lengkap sebagai tolak ukur dari apa yang kita tekuni. 

Mengapa Harus Portofolio

Setelah memahami apa itu portofolio? Tergambar jelas bahwa seringkali portofolio sebagai alat penilai yang mengukur kredibilitas proses dalam suatu bidang yang ditekuni. Dengan portofolio tentunya memberikan banyak benefit pada suatu keputusan antara lain : 

1. Menunjukkan Kredibilitas dengan Bukti Nyata

Terkadang dalam proses pemilihan kandidat bukan suatu rahasia umum lagi jika seseorang melebih – lebihkan fakta tentang apa yang sudah ditekuni atau dicapai, namun dengan adanya portofolio cukup meminimalisir hal yang hanya sekedar klaim namun dibuktikan dengan data atau  proses dalam portofolio yang sudah disusun secara profesional.

2. Membantu Personal Branding

Personal Branding sangatlah penting di era sekarang. Hal ini tidak dibentuk dalam satu malam melainkan sesuatu yang dibangun secara konsisten. Dengan membuat portofolio secara langsung memberikan kita dorongan dalam meningkatkan self awareness dan nilai positif dalam diri kita sehingga menjadi pembeda.

3. Mendapatkan Kesempatan Kerjasama dengan Pihak yang Dilamar

Setelah menguatkan kredibilitas dan personal branding, peluang dalam menjalin kerja sama akan semakin terlihat. Portofolio memiliki peran sebagai alat visual yang memperkuat rasa percaya diri dari pihak yang dilamar atau diajak bekerja sama. Melalui portofolio, pihak tersebut dapat melihat langsung bukti kualitas kerja, proses yang ditempuh, serta konsistensi hasil yang telah dicapai. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pengambilan keputusan, tetapi juga memberikan nilai tambah dibandingkan kandidat lain, dan membuka peluang direkomendasikan untuk kerja sama di masa depan.

Contoh Portofolio Profesional 

Membuat portofolio yang baik dan benar merupakan suatu pemahaman dari yang sudah dibahas sebelumnya, tentang apa itu portofolio yang baik dan benar. Banyak informasi yang beredar di internet mengenai format sebagai acuan dalam mengembangkan portofolio. Dan berikut merupakan contoh yang bisa jadi referensi :

1. Portofolio Profesional

apa itu portofolio

Sumber : Freepik

2. Portofolio Company

apa itu portofolio

Sumber : Freepik

3. Portofolio Personal

apa itu portofolio

Sumber : Freepik

Dari beberapa contoh portofolio yang sudah dipaparkan. Masing – masing menampilkan gaya, struktur, dan pendekatan yang berbeda. Menggabungkan keunikan dari ketiga contoh dengan tetap mengutamakan proses mendalam, tampilan modern, dan struktur rapi akan menghasilkan portofolio yang ideal.

Cara Membuat Portofolio

Setelah melihat berbagai contoh portofolio sebagai referensi dan mengulas tentang apa itu portofolio? Seringkali kita menyadari bahwa tidak semua contoh dapat dijadikan acuan baku dalam membuat portofolio yang baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan panduan yang jelas untuk menyusun portofolio yang lebih terarah, profesional, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

1. Tentukan Tujuan Portofoli

apa itu portofolio

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum membuat portofolio adalah menentukan target atau tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini akan menjadi pondasi utama sekaligus alasan mengapa portofolio tersebut disusun. Dengan menetapkan tujuan di awal, proses pembuatan portofolio akan lebih terarah, fokus, dan sesuai sasaran. Misalnya, portofolio yang dibuat untuk melamar pekerjaan tentu akan berbeda format dan isinya dengan portofolio yang ditujukan untuk menarik klien atau mendapatkan beasiswa. Sehingga tujuan juga sebagai penentu dalam membantu dalam memilih karya atau pencapaian yang paling relevan untuk ditampilkan.

2. Utamakan Proyek Terbaik

apa itu portofolio

Langkah selanjutnya adalah memilih dan memfilter proyek-proyek terbaik yang akan ditampilkan. Pemilihan ini cukup selektif agar portofolio tetap terarah, relevan, dan mampu mencerminkan kualitas serta kredibilitas diri. Dengan menampilkan karya unggulan, portofolio akan memberikan kesan profesional dan memaksimalkan potensi untuk menangkap apa itu portofolio kalian berkualitas, menarik perhatian dan paling relevan.

Baca juga: Rincian Biaya Sertifikasi BNSP dan Tips Mengelola Keuangan!

3. Konten yang Terstruktur

apa itu portofolio

Urutan dalam menyusun portofolio dimulai dari : 

  1. Halaman Pembuka yang terdiri dari nama, profesi, kontak, dan foto profil (opsional). Selanjutnya, mencantumkan profil singkat berisi ringkasan data diri, latar belakang, keahlian utama, serta tujuan.
  2. Daftar Karya/Proyek yang menyertakan judul proyek, deskripsi singkat, peran yang dijalankan, hasil, dan visual pendukung.
  3. Penghargaan dan Sertifikasi sebagai nilai tambah.
  4. kontak dan Call to Action seperti alamat email, tautan media sosial profesional, atau link website pribadi, sehingga pembaca dapat menghubungi atau melihat karya lebih lanjut.
  5. Gunakan Visual yang Menarik. Dalam portofolio, tidak hanya isi, data, dan kelengkapan yang penting, tetapi juga desain yang catchy dan relevan dengan tujuan. Visual yang tepat akan menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Memadukan isi dengan elemen visual secara harmonis akan membuat portofolio lebih menarik dan profesional.

5. Jelaskan Proses

apa itu portofolio

Saat menyusun portofolio, seringkali kita terlena akan data dan hasil yang membantu menunjang kecukupan dalam portofolio, akan tetapi untuk menjelaskan sedikit dari apa yang dicantumkan merupakan bagian penguat yang seringkali dilewatkan. Dengan adanya penjelasan membuat pembaca semakin yakin dengan data yang diberikan. Biasanya berupa penjelasan kuantitatif.

6. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Menarik

apa itu portofolio

Pemilihan bahasa seringkali diabaikan, padahal penggunaan bahasa yang tepat, to the point, dan unik menjadi kunci utama untuk menarik perhatian pembaca. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengulas kembali isi portofolio agar menggunakan bahasa yang baik dan mampu menyampaikan pesan secara efektif.

7. Perbarui Secara Berkala

apa itu portofolio

Setelah menyusun dengan benar dan mengikuti langkah-langkah yang sudah dipaparkan, hendaknya memperbarui secara berkala atau rutin. Hal ini membantu menjaga relevansi dan kredibilitasnya, sekaligus mengingatkan kembali apa itu portofolio sebagai cerminan perjalanan profesional yang terus berkembang.

Tools untuk Membuat Portofolio

Membuat portofolio saat ini tidak harus menyusun manual, karena banyak sekali tools AI yang bisa kita manfaatkan dalam membuat portofolio.

  • Canva salah satu tools yang sudah umum digunakan dengan beribu template yang tersedia, sehingga memudahkan dalam menyusun portofolio yang catchy.
  • Figma bagi yang sudah expert dalam dunia desai, sudah menjadi hal biasa tools satu ini karena cukup kompleks dan leluasa untuk membuat portofolio yang profesional.
  • Behance sudah tidak asing lagi dengan tools satu ini, sebagian besar akan menjadi jujukan untuk mencari referensi yang up to date apalagi bagi kamu yang suka di bidang kreatif.

Berbagai tools saat ini sudah sangat menunjang pembuatan portofolio yang menarik, menjawab penuh terkait apa itu portofolio dan bahkan siap bersaing. Perlu ketahui bahwa portofolio yang menarik tidak selalu dipenuhi gambar atau warna yang berlebihan, hal ini dapat mengalihkan fokus pembaca. Portofolio sebaiknya menjadi wadah yang jelas dan terstruktur untuk menyampaikan informasi serta menunjukkan kredibilitas yang ingin ditonjolkan.

Selain itu, mencantumkan sertifikat dan penghargaan juga menjadi bukti konkret yang dapat mendukung portofolio kamu. Salah satu rekomendasi penyedia sertifikasi dan pelatihan adalah Arduma, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peningkatan serta pengembangan karier, sekaligus menyediakan sertifikasi nasional yang berlisensi. 

Sertifikat dari Arduma dapat menjadi nilai tambah yang signifikan untuk menunjang kredibilitas dan profesionalisme portofolio kamu. Dengan kualitas yang terjamin, Arduma menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang karir. 

Demikian penjelasan seputar apa itu portofolio, cara membuatnya, contoh yang bisa jadi referensi dan juga tool dalam membuat portofolio. Semoga pembahasan ini dapat membantu kamu menyusun portofolio yang lebih profesional. Jangan ragu untuk mengunjungi Arduma dan menambahkan sertifikasinya ke dalam portofolio kamu sebagai langkah strategis untuk menonjol di dunia profesional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *